Friday, January 20, 2012

Static Routing di Linux

I. Pengertian Static Routing

Static Routing merupakan konsep komunikasi data, dalam hal ini adalah pemilihan jalur terbaik oleh router dalam jaringan komputer. Hal ini berdasar pada bahwa sebuah router tidak dapat mengenali jaringan tetangga, atau hanya bisa mengenali jaringan yang terhubung secara langsung. Caranya adalah dengan menambahkan rute secara manual ke tabel routing.

II. syarat static routing :

- memiliki 2 interface
- nat
- ip forward
- firewall

III. Langkah-langkah :

1. lihat interface
   #ifconfig -a

2. setting ip
  - setting ip yang memiliki akses internet
   #ifconfig eth0 192.168.1.2/24
  - setting ip atau setting jaringan local yang ingin di      sharing internet
   #ifconfig eth1 10.10.7.1/24

4. setting gateway
   #route add default gw <ip gateway>

3.  iptables
    #iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE

4.  ip forward
    #echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

5.  ping google

6.  client ping ke gateway dan ping ke google, kalo ping google  tidak bisa
     dan, ada bacaan unknown host, berarti belum ada dns nya.

 masukkan dns.
 #vi /etc/resolv.conf
 nameserver 8.8.8.8
 nameserver 8.8.4.4

7. setelah itu save, dan coba ping kembali
Baca Selengkapnya >>>

Monday, January 16, 2012

SUBNETTING

I. Pengertian Subnetting

Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telah anda miliki. Contoh kasus diperlakukannya subnetting: Sebuah perusahaan memperoleh IP address network kelas C 192.168.0.0. Dengan IP network tersebut maka akan didapatkan sebanyak 254 (28-2) alamat IP address yang dapat kita pasang pada komputer yang terkoneksi ke jaringan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengelola jaringan dengan jumlah komputer lebih dari 254 tersebut. Tentu tidak mungkin jika anda harus menempatkan komputer sebanyak itu dalam satu lokasi. Jika anda hanya menggunakan 30 komputer dalam satu kantor, maka ada 224 IP address yang tidak akan terpakai. Untuk mensiasati jumlah IP address yang tidak terpakai tersebut dengan jalan membagi IP network menjadi beberapa network yang lebih kecil yang disebut subnet.

II. penghitungan subnetting

Pada dasarnya penghitungan subnetting berkisar dalam 4 masalah, yaitu: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Contoh: Penulisan IP Address 192.168.1.2/24 artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Dibawah ini terdapat Subnet Mask dan nilai CIDR berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting:

255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30 

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Network Address: 192.168.1.0/26
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192)
Perhitungan:
1.Jumlah Subnet= 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22= 4 subnet
2.Jumlah Host per Subnet= 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2= 62 host
3.Blok Subnet= 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64= 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
4.Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya
Subnet: 192.168.1.0 | 192.168.1.64 | 192.168.1.128 | 192.168.1.192
Host Pertama: 192.168.1.1 | 192.168.1.65 | 192.168.1.129 | 192.168.1.193
Host Terakhir: 192.168.1.62 | 192.168.1.126 | 192.168.1.190 | 192.168.1.254
Broadcast: 192.168.1.63 | 192.168.1.127 | 192.168.1.191 | 192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet: 172.16.0.0 | 172.16.64.0 | 172.16.128.0 | 172.16.192.0
Host Pertama: 172.16.0.1 | 172.16.64.1 | 172.16.128.1 | 172.16.192.1
Host Terakhir: 172.16.63.254 | 172.16.127.254 | 172.16.191.254 | 172.16.255.254
Broadcast: 172.16.63.255 | 172.16.127.255 | 172.16.191.255 | 172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet: 172.16.0.0 | 172.16.0.128 | 172.16.1.0 | … 172.16.255.128
Host Pertama: 172.16.0.1 | 172.16.0.129 | 172.16.1.1 | … 172.16.255.129
Host Terakhir: 172.16.0.126 | 172.16.0.254 | 172.16.1.126 | … 172.16.255.254
Broadcast: 172.16.0.127 | 172.16.0.255 | 172.16.1.127 | … 172.16.255.255
  
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
 Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet: 10.0.0.0 | 10.1.0.0 | … 10.254.0.0 | 10.255.0.0
Host Pertama: 10.0.0.1 | 10.1.0.1 | … 10.254.0.1 | 10.255.0.1
Host Terakhir: 10.0.255.254 | 10.1.255.254 | … 10.254.255.254 | 10.255.255.254
Broadcast: 10.0.255.255 | 10.1.255.255 | … 10.254.255.255 | 10.255.255.255

Sekian Tutorial Subnetting dari saya semoga bermanfaat..

Baca Selengkapnya >>>

Friday, June 3, 2011

cara menginstal windows 7

Pernahkah kalian membawa komputer atau laptop anda ke tukang service komputer karena hanya ingin menginstall ulang sistem operasi kalian ? saya rasa itu hanya akan menghabiskan uang anda saja, karena biasanya biaya menginstall sistem operasi itu tidak murah. Untuk itu  pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara menginstal windows 7.

Langkah-langkah menginstal windows 7 :


1. Siapkan Bootingan instalasi Windows Seven (7)
 

2. Atur setingan booting di bios (bootingnya diarahkan sesuai media installasi anda)
 

3. lalu setelah itu, save & exit
 

4. Tekan tombol mana saja jika muncul tulisan boot from cd or dvd
 

5. Muncul tampilan seperti dibawah
6. Selanjutnya muncul tampilan seperti di bawah, klik next
7. klik Install Now
 8. Beri tanda ceklis dann klik next
9. Karena kita sedang melakukan clean install maka pilih yang Custom (advanced)

10. Pilih partisi yang akan dipakai untuk menginstal windows seven (7), contoh di bawah hardisk belum di bagi2 kedalam beberapa partisi, jika ingin membagi kedalam beberapa partisi sebelum proses instalasi pilih Drive options (advanced) disitu kita bisa membuat, menghapus dan meresize partisi. tapi dari pada bingun untuk yang pertama kali instalasi windows mending langsung pilih next saja, toh pembagian partisi bisa dilakukan setelah proses instalasi selesai.
11. Proses instalasi dimulai….. proses instalasi ini memakan waktu yang cukup lama..
12. Setelah proses di atas selese komputer akan otomatis restart sendiri. kumudian muncul seperti dibawah
13. Ketikkan nama user dan nama computer anda
14. Kemudian isikan password untuk keamanan komputer anda. Jika tidak isi komputer anda tidak ada passwordnya.
15. Masukkan Windows Product key yang sudah dicatat di awal tadi, jika tidak ada anda mendapat masa trial windows 7 selama 30 hari
16. Selanjutnya setingan apakah windows akan otomatis meng update atau tidak
17. Kemudian setingan time zone
18. prepare your dekstop
19. selesai..
Sekian cara menginstall windows 7 dari saya, semoga kalian semua tidak menghabiskan uang kalian hanya untuk menginstall sistem operasi kalian ke tukang service komputer.
Selamat Mencoba...










Baca Selengkapnya >>>

Monday, May 23, 2011

Definisi Teknik Komputer & Jaringan

Jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) adalah suatu jurusan yang terdapat di SMK/STM yang mempelajari seluk-beluk dunia komputer dan jaringan komputer, mulai dari cara instalasi SO (Sistem Operasi), menangani masalah pada PC, memperbaiki PC, membuat jaringan LAN atau yang lainnya, membuat WEB, dan masih banyak lagi.

Sekarang ini jurusan TKJ merupakan jurusan yang sangat populer/banyak peminatnya, meskipun banyak sekali saingan dari jurusan TKJ yaitu jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), jurusan Multimedia, dan lain-lain.

Jurusan TKJ sangatlah mudah untuk dipelajari hanya modal kemauan untuk belajar dan belajar. Saya juga dulu tidak tahu apa itu TKJ, tapi setelah sekolah di jurusan ini saya jadi banyak tahu mengenai bagaimana memperbaiki PC, menginstalasi Jaringan LAN maupun yang lainnya.

Dari segi peluang kerja setelah lulus sangat banyak peluangnya. Mulai dari menjadi teknisi komputer, teknisi jaringan, membuka toko komputer, atau bisa juga membuka warnet sendiri.

Jadi intinya bagi kalian yang akan segera lulus dari SMP masuklah ke SMK dengan jurusan TKJ.
Baca Selengkapnya >>>